Dari sabit menuju purnama, penampakan Bulan berubah sedikit demi sedikit. Fase Bulan menjelaskan bagaimana posisi Bulan terhadap Matahari, dilihat dari Bumi, menentukan bagian terang yang terlihat oleh pengamat [1].
MISTER777: Dari Sabit ke Purnama, Apa yang Berubah pada Bulan?
Posisi menentukan bagian yang tampak
Saat Bulan berada searah dengan Matahari jika dilihat dari Bumi, sisi yang menghadap Bumi tampak gelap atau tidak terlihat. Ketika Bulan berada berlawanan arah dengan Matahari, penampakannya menjadi purnama [1]. Perbedaan posisi ini membantu menjelaskan mengapa bagian terang yang terlihat berubah sepanjang fase Bulan.
Dari sabit, bagian terang tampak melebar
Pada fase sabit muda, kurang dari setengah bagian Bulan tampak terang. Saat kuartal pertama, Bulan terlihat setengah lingkaran; setelah itu, pada fase cembung awal, bagian terang yang tampak sudah lebih dari setengah [1]. Rangkaian ini membawa penampakan Bulan dari sabit menuju purnama.
Purnama terjadi ketika Bulan berada di sisi yang berlawanan dengan Matahari jika dilihat dari Bumi. Pada fase ini, Bulan terlihat sebagai lingkaran penuh [1].
Sesudah purnama, penampakannya berangsur menyusut
Setelah purnama, Bulan tampak cembung akhir, lalu kembali terlihat setengah pada kuartal ketiga. Berikutnya, hanya sebagian kecil yang tampak terang pada fase sabit tua, sebelum urutannya kembali ke bulan baru [1].
Kuartal pertama dan kuartal ketiga sama-sama menampilkan Bulan seperti setengah lingkaran, tetapi berada pada bagian berbeda dalam rangkaian fase: yang pertama muncul saat penampakan terang bertambah, sedangkan yang ketiga menyusul setelah purnama [1]. Jadi, sabit dan purnama lebih tepat dipahami sebagai penampakan berbeda dalam satu rangkaian perubahan yang berkaitan dengan posisi Matahari, Bumi, dan Bulan.
Sumber
- [1] Wikipedia bahasa Indonesia β Fase bulan. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=28005611&title=Fase_bulan (diakses 2026-10-03).